Tujuan Penelitian
Mengevaluasi karakteristik hemodinamik arteri koroner yang rentan aterosklerosis.
Membandingkan dengan aorta menggunakan model hemodinamik.
Menerapkan simulasi numerik untuk menganalisis pola stres geser.
Metodologi
Menggunakan angiografi untuk mendapatkan model standar geometri vaskular.
Mengukur profil kecepatan aliran dan tekanan menggunakan Doppler intravaskular.
Simulasi numerik dilakukan untuk memahami variabel hemodinamik.
Temuan Utama
Terjadi fluktuasi spasial stres geser dinding (WSS) di arteri koroner.
Mean WSS negatif pada arteri koroner lebih tinggi dibandingkan aorta.
Efek sudut fase paling signifikan pada amplitudo WSS arteri koroner.
Implikasi Penelitian
Fluktuasi WSS dapat berkontribusi pada karakteristik hemodinamik yang relevan.
Perbedaan fase antara konduktansi tekanan dan aliran darah mungkin berperan dalam atherogenesis.
Temuan ini memiliki implikasi penting untuk pemahaman penyakit aterosklerosis.